Assalamu’alaikum warohmatullahi
wabarakaatuh
Haiii semua, mari kita lanjutkan pembahasan
sebelumnya, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang.
1.
Komponen yang diperlukan untuk
berfikir?
2.
Bagaimana proses berfikir?
3.
Ranah yang bisa dijangkau oleh pikiran
kita?
sebelumnya yuk kita ngaji dulu :D
190. Sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat
tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal( QS. Ali ‘Imran/3 : 190 )
5. Maka hendaklah manusia
memperhatikan dari Apakah Dia diciptakan? 6. Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, 7. yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada
perempuan.( QS. At-Thariq/86 :5-7 )
Ayat-ayat diatas hanya sebagian dari ratusan ayat yang
mengisyaratkan dan mengajak kita untuk berfikir dan memperhatikan apa yang ada
di dunia ini baik itu alam semesta, hidup, ataupun manusia itu sendiri, karena
dengan proses berfikir kita dapat menemukan tanda-tanda Kekuasaan-Nya dan
Keberadaan-Nya. Namun seperti apakah sebenarnya akal kita? Dan bagaimana kita
dapat berfikir? Artikel ini dibuat agar kita tidak kebablasan dalam memahami
konsep berfikir.
Untuk dapat berfikir sekurang-kurangnya ada tiga komponen yang diperlukan, yaitu akal dalam hal ini otak kita, kemudian alat indra, dan informasi. Dalam proses berfikir kita memerlukan ketiga komponen tersebut, jika salah satu komponen tidak terpenuhi maka visualisasi yang terbentuk dalam pikiran kita adalah imajinasi, angan-angan, atau hanya keinginan dari diri kita sendiri.
Mau bukti??
silahkan jawab pertanyaan ini.
silahkan jawab pertanyaan ini.
1.
Siapakah nama saya(penulis
artikel ini)?
2.
Bayangkan wajah saya? Hehe :P
3.
Tebak apa yang saya pegang
sekarang?
Bagi mereka yang sudah mengenal saya dan kebetulan berada didekat saya, pertanyaan tersebut sangatlah mudah, namun bagi mereka yang tidak mengenal saya dan tidak berada didekat saya maka ini akan menjadi hal yang sangat sulit. Mungkin sebagian pembaca membayangkan bahwa wajah saya ganteng :D Aamiin, putih bersih. atau ada juga mungkin yang membayangkan wajah saya pas-pasan dengan kulit sawo matang. Begitu pula dengan apa yang ada di genggaman saya mungkin ada yang berfikir saya sedang memegang handphone, atau ada yang menyangka saya tidak memegang apapun saat ini. Begitu banyak sangkaan yang muncul dalam pikiran kita disebabkan tidak terpenuhinya ketiga komponen tersebut. Inilah bukti sederhana bahwa akal kita lemah dan terbatas !.
Pernah kah kita berfikir mengapa kita mengetahui bahwa gambar yang dibawah ini adalah printer?

Yaa benar, karena sebelumnya kita sudah mendapatkan informasi bahwa benda tersebut dinamakan printer. Coba tanyakan pertanyaan tersebut pada balita ?? tentu mereka tidak tahu karena mereka belum memiliki informasi awal tentang benda tersebut.
Maka untuk dapat
berfikir kita membutuhkan akal(otak), informasi, kemudian sesuatu tersebut
dapat terjangkau oleh indra kita. Jika tidak bisa memenuhi satu
saja komponen-komponen tersebut maka akan terjadi ketimpangan pemikiran!,
sebagaimana sudah kita buktikan tadi.
lalu bagaimanakah sikap kita terhadap hal yang ghaib???
lalu bagaimanakah sikap kita terhadap hal yang ghaib???
Sebagai contoh :
Bahwa Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam telah
melihat Jibril a.s mempunyai enam ratus sayap. (HR Bukhori
pada Kitab Permulaan Kejadian No.2993,
Muslim pada Kitab Iman No. 253)
jika kita memaksakan untuk memikirkan bagaimana bentuk sayap tersebut maka yang muncul adalah imajinasi kita sendiri sebagaimana fiksi dalam film dan cerita dongeng. Bertubuh manusia tampan dan bersayap. maka dalam menyikapi hal tersebut kita Cukup mengimani apa yang telah dikabarkan Rasulullah SAW dan apa yang diterangkan dalam Al Qur’an adapun bagaimana bentuknya kita tidak layak memikirkannya karena kita tidak akan mampu memikirkannya.
jika kita memaksakan untuk memikirkan bagaimana bentuk sayap tersebut maka yang muncul adalah imajinasi kita sendiri sebagaimana fiksi dalam film dan cerita dongeng. Bertubuh manusia tampan dan bersayap. maka dalam menyikapi hal tersebut kita Cukup mengimani apa yang telah dikabarkan Rasulullah SAW dan apa yang diterangkan dalam Al Qur’an adapun bagaimana bentuknya kita tidak layak memikirkannya karena kita tidak akan mampu memikirkannya.
Jangkauan pikiran manusia hanya berkenaan dengan hidup, alam semesta dan manusia itu sendiri. Manusia hanya dapat berfikir ketika hal yang dipikirkan dapat terindra. Maka hal-hal yang tidak dapat kita indra sebagaimana zat malaikat atau bahkan Allah SWT adalah bukan hal yang layak kita pikirkan, karena lemahnya akal kita. Disinilah iman yang berbicara.
akhirnya saya berpesan kepada teman-teman semua, bersikaplah bijak dalam berfikir, fikirkan sesuatu yang dapat kita fikirkan, yang dapat terjangkau oleh akal kita. Dan janganlah mencoba untuk memikirkan hal-hal yang tak terjangkau oleh akal kita, karena yang akan muncul hanyalah sebatas logika sesat yang dapat menghantarkan kita kepada dosa.
Sekian untuk kesempatan kali ini, in syaaAllah kedepan kita akan membuktikan keberadaan tuhan dengan science modern :D
wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarakaatuh








