(Loading...)

Remaja Juga Bisa Jadi Politisi

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalaamu’alaikum sobat J Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan untuk bisa berbagi ilmu.
         Subhanallah, meriahnya pesta demokrasi telah berlalu kita rasakan. Bapak-bapak dan ibu-ibu yang semua mengaku sebagai politisi bernarsis ria memajang foto mereka di spanduk-spanduk pinggir jalan, di jendela mobil angkutan umum, sampai di tiang listrik pun tidak luput dari tempelan foto mereka. ckck ._.
Dari fenomena diatas, muncul pertanyaan nih sob, apakah dengan menjadi caleg mereka otomatis disebut sebagai politisi? padahal rakyat yang mau milih pun tidak kenal siapa mereka. Okay, buat menjawab pertanyaan itu, kita mesti tau dulu nih, apa sih makna dari politik.

        Dalam Islam, politik adalah ri’ayatusy syu’unil ummah dakhiliyan wa kharijiyan bi hukmin mu’ayanin (pengaturan urusan umat di dalam dan di luar negeri, dengan hukum tertentu). sobat, politik itu merupakan aktvitas mulia. karena didalamnya terdapat aktivitas yang mengurusi seluruh urusan umat, memenuhi kebutuhan umat, memberikan pembinaan dan mencerdaskan umat, serta menyelesaikan berbagai problematika umat dengan aturan yang benar, yakni dengan aturan Tuhan kita, Allah Swt. Jadi salah tuh yang memaknai bahwa politik itu sebagai ajang berebut kekuasaan semata, apalagi kekuasaan yang didapat dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok atau partainya. ckck - -“

          Nah, kalau gitu setelah kita udah ngerti makna politik, kebayang kan apa makna dari politisi, yaitu orang yang melakukan kegiatan politik sesuai makna politik yang sesungguhnya. Dengan definisi yang benar, kita para remaja juga bisa lho jadi politisi, tidak hanya bapak-bapak dan ibu-ibu saja. Karena ketika remaja memiliki kepedulian terhadap permasalahan umat yang demikian banyaknya dan memikirkan apa penyebabnya hingga apa solusinya, lalu berusaha untuk menyelesaikannya berarti remaja itu telah berpolitik. Ketika remaja berdakwah untuk memahamkan umat bahwa islam bukan sekedar masalah ibadah ritual saja melainkan punya aturan yang lengkap termasuk aturan untuk kehidupan bernegara, berarti remaja itu juga telah berpolitik. Singkatnya, remaja yang jadi politisi itu adalah bukan remaja yang cuek bebek terhadap kondisi umat.

          Sobat, ternyata memikirkan atau memperhatikan urusan umat ini merupakan kewajiban lho, termasuk wajib juga bagi kita para remaja, sebagaimana Rasulullah Saw bersabda:
“barangsiapa di pagi hari tidak memperhatikan kepentingan kaum muslimin, maka ia tidak termasuk golongan mereka(kaum muslimin)”
Oleh karena itu setiap saat kita harus memikirkan urusan umat, dan mengupayakan untuk menyelesaikannya sesuai dengan yang telah Allah Swt atur. Karena yang namanya kewajiban, ketika kita melaksanakannya tentu akan berbuah pahala. Insya Allah. Selamat berpolitik ^^9
Wallahu a’lam
Sekian dan terimakasih, semoga bermanfaat. Yang masih belum mengerti, silahkan tinggalkan komentar di kolom yang tersedia. Hihi ^^
Wassalaamu’alaikum wr wb J

*source: smart_with_islam edisi 21, jumadil awwal 1435 H Maret 2014. Daulah Islamiyah (Taqqiyuddin an Nabhani)