(Loading...)

Ilmuan Optik Musllim Terbaik Sepanjang Sejarah(part II)

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuhu

Masih melanjutkan artikel sebelumnya, disini kita akan kupas mengenai karya ibnu al-Haytham yang sangat berkaitan erat dengan kemajuan teknologi yang telah berkembang sekarang.
Karya ibnu al-Haytham
Ada banyak karya-karyanya, namun kami akan memberikan informasi mengenai salah satu karya terbaiknya yang menjadi awal dari perkembangan teknologi Kamera Obscura oleh al-Haytham. Kamera Obscura ini hanya memproyeksikan citra ke permukaan lain melalui lubang kecil yang digunakan untuk alat bantu dalam menggambar, citra yang diproyeksikan juga tampak terbalik.

Di Akhir Hayatnya (1038 M / 430 H)
            Menjelang akhir hayatnya, Ibnu al-Haytham menjadi pengajar di Suriah dan menuliskan karyanya dalam manuskrip. Menurut dokumentasi Ibnu Abi Usaybi’ah terdapat 182 judul manuskrip. Semuanya ditulis saat Ibnu al-Haytham menetap di Basra, Irak dan Kairo, Mesir. Ada hal yang membuat kita Umat Islam miris, setelah wafatnya banyak karya-karyanya yang hilang dan kontribusi keilmuannya diklaim oleh ilmuwan barat.
**Hal ini seharusnya menjadi tolakan dan semangat kita umat Islam, untuk melawan ilmuwan barat, bukan dengan senjata ataupun kekerasan, tapi dengan ilmu pengetahuan. Allahu Akbar!

Sifat ‘Ubudiyyah seorang Ibnu al-Haytham
            Ibnu al-Haytham merupakan seorang cendekiawan Islam yang sangat patuh kepada ajaran Islam. Ia begitu berminat mengkaji ilmu sains tabii (natural science). Natijahnya adalah ia menjadi alat untuk beliau mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Ia pernah berkata, dalam sebuah petikan kata-kata berikut:
            “Saya mengambil keputusan untuk mengetahui perkara apakah yang membawa kitda lebih dekat kepada Allah, apakah yang paling diridhai-Nya dan perkara apakah yang membuat kita tunduk kepada kehendak-Nya yang pastinya tidak dapat dihindari.”
            Berdasarkan petikan kata tersebut, kita tahu bahwa al-Haytham melakukan semua ini adalah untuk memperoleh ridha-Nya. Subhanallaah. J Di samping itu, pada setiap permulaan karya-karyanya al-Haytham selalu mengucapkan “basmalah”.
            Sungguh sifat yang patut kita teladani, kita sebagai calon ilmuwan harus memiliki sikap dan sifat yang dimiliki al-Haytham. Semoga dengan pemaparan singkat ini, kita semua dapat mengambil beberapa pelajaran dari apa yang Beliau jalani semasa hidupnya dan semoga kita dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang berakal. Allah Berfirman dalam Ayat-Nya Yang Suci:
Allah menganugerahkan Al Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” <<Q.S AL-BAQARAH/2: 269>>
Salam dari Kami

        Terimakasih telah membaca artikel kami
:-), mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan kata ataupun cara kami dalam menyampaikan materi. Kami berharap ini dapat memberi semangat kepada kita semua, khususnya Muslim wa Muslimah yang kelak menjadi Ilmuwan masa depan. J Jika ada kesalahan maka itu datangnya dari kami sebagai makhluk, dan kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT (Khaliq). :-)

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuhu

Sumber:
aliabdussalam.wordpress.com/2012/11/14/ibnu-al-haytham/
zulqarnainsyah.blogspot.com/2013/06/ibn-al-haytham-saintis-muslim-dan-sifat.html?m=
wikipedia.org/wiki/camera_obscura