Assalamu’alaikum
Warrahmatullahi Wabarakatuhu
Masih melanjutkan artikel sebelumnya, disini kita akan kupas
mengenai karya ibnu al-Haytham yang sangat berkaitan erat dengan kemajuan
teknologi yang telah berkembang sekarang.
Karya ibnu al-Haytham
Ada banyak karya-karyanya, namun
kami akan memberikan informasi mengenai salah satu karya terbaiknya yang
menjadi awal dari perkembangan teknologi Kamera Obscura oleh al-Haytham. Kamera
Obscura ini hanya memproyeksikan citra ke permukaan lain melalui lubang kecil
yang digunakan untuk alat bantu dalam menggambar, citra yang diproyeksikan juga
tampak terbalik.
Di Akhir Hayatnya (1038 M / 430 H)
Menjelang akhir hayatnya, Ibnu
al-Haytham menjadi pengajar di Suriah dan menuliskan karyanya dalam manuskrip.
Menurut dokumentasi Ibnu Abi Usaybi’ah terdapat 182 judul manuskrip. Semuanya
ditulis saat Ibnu al-Haytham menetap di Basra, Irak dan Kairo, Mesir. Ada hal
yang membuat kita Umat Islam miris, setelah wafatnya banyak karya-karyanya yang
hilang dan kontribusi keilmuannya diklaim oleh ilmuwan barat.
**Hal
ini seharusnya menjadi tolakan dan semangat kita umat Islam, untuk melawan
ilmuwan barat, bukan dengan senjata ataupun kekerasan, tapi dengan ilmu
pengetahuan. Allahu Akbar!
Sifat ‘Ubudiyyah seorang Ibnu al-Haytham
Ibnu al-Haytham merupakan seorang
cendekiawan Islam yang sangat patuh kepada ajaran Islam. Ia begitu berminat
mengkaji ilmu sains tabii (natural
science). Natijahnya adalah ia menjadi alat untuk beliau mendekatkan
dirinya kepada Allah SWT. Ia pernah berkata, dalam sebuah petikan kata-kata
berikut:
“Saya
mengambil keputusan untuk mengetahui perkara apakah yang membawa kitda lebih
dekat kepada Allah, apakah yang paling diridhai-Nya dan perkara apakah yang
membuat kita tunduk kepada kehendak-Nya yang pastinya tidak dapat dihindari.”
Berdasarkan petikan kata tersebut,
kita tahu bahwa al-Haytham melakukan semua ini adalah untuk memperoleh
ridha-Nya. Subhanallaah. J Di samping itu, pada setiap permulaan karya-karyanya
al-Haytham selalu mengucapkan “basmalah”.
Sungguh sifat yang patut kita
teladani, kita sebagai calon ilmuwan harus memiliki sikap dan sifat yang
dimiliki al-Haytham. Semoga dengan pemaparan singkat ini, kita semua dapat
mengambil beberapa pelajaran dari apa yang Beliau jalani semasa hidupnya dan
semoga kita dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang berakal. Allah
Berfirman dalam Ayat-Nya Yang Suci:
“Allah
menganugerahkan Al Hikmah (kefahaman
yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang
dikehendaki-Nya. dan Barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah
dianugerahi karunia yang banyak. dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” <<Q.S AL-BAQARAH/2: 269>>
Salam dari Kami
Terimakasih telah membaca artikel kami :-), mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan kata ataupun cara kami dalam menyampaikan materi. Kami berharap ini dapat memberi semangat kepada kita semua, khususnya Muslim wa Muslimah yang kelak menjadi Ilmuwan masa depan. J Jika ada kesalahan maka itu datangnya dari kami sebagai makhluk, dan kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT (Khaliq). :-)
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuhu
Sumber:
aliabdussalam.wordpress.com/2012/11/14/ibnu-al-haytham/
zulqarnainsyah.blogspot.com/2013/06/ibn-al-haytham-saintis-muslim-dan-sifat.html?m=
wikipedia.org/wiki/camera_obscura





