(Loading...)

Kenalan Dulu Yuk

assalamu’alaikum warohmatullahi wabarakaatuh.. perkenalkan kami ulul-albaab ^^ dibuatnya situs ini bertujuan untuk berbagi ilmu dan...

Kenapa Harus Berhijab ¿ (part 1)

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.. Salam hangat dari kami untuk para pembaca, semoga kesehatan dan keselamatan selal...

Ilmuwan Optik Muslim Terbaik Sepanjang Sejarah (part I)

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuhu, Ilmuwan terkenal di bidang Optik pertama adalah seorang Muslim, belum tah...

Remaja Juga Bisa Jadi Politisi

Remaja Juga Bisa Jadi Politisi Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalaamu’alaikum sobat J Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempat...

Kenapa Harus Berhijab ? (part II)

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarakaatuh Alhamdulillah nih, kami masih diberi kesempatan untuk be...

Tuhan Pasti Ada(part II) hakikat akal



Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarakaatuh
Haiii semua, mari kita lanjutkan pembahasan sebelumnya, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang.
1.       Komponen yang diperlukan untuk berfikir?
2.       Bagaimana proses berfikir?
3.       Ranah yang bisa dijangkau oleh pikiran kita?

sebelumnya yuk kita ngaji dulu :D

190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal( QS. Ali ‘Imran/3 : 190 )

5. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari Apakah Dia diciptakan? 6. Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, 7. yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.( QS. At-Thariq/86 :5-7 )
                Ayat-ayat diatas hanya sebagian dari ratusan ayat yang mengisyaratkan dan mengajak kita untuk berfikir dan memperhatikan apa yang ada di dunia ini baik itu alam semesta, hidup, ataupun manusia itu sendiri, karena dengan proses berfikir kita dapat menemukan tanda-tanda Kekuasaan-Nya dan Keberadaan-Nya. Namun seperti apakah sebenarnya akal kita? Dan bagaimana kita dapat berfikir? Artikel ini dibuat agar kita tidak kebablasan dalam memahami konsep berfikir.

                Untuk dapat berfikir sekurang-kurangnya ada tiga komponen yang diperlukan, yaitu akal dalam hal ini otak kita, kemudian alat indra, dan informasi. Dalam proses berfikir kita memerlukan ketiga komponen tersebut, jika salah satu komponen tidak terpenuhi maka visualisasi yang terbentuk dalam pikiran kita adalah imajinasi, angan-angan, atau hanya keinginan dari diri kita sendiri.
Mau bukti??
 

silahkan jawab pertanyaan ini.
1.       Siapakah nama saya(penulis artikel ini)?
2.       Bayangkan wajah saya? Hehe :P
3.       Tebak apa yang saya pegang sekarang?

Bagi mereka yang sudah mengenal saya dan kebetulan berada didekat saya, pertanyaan tersebut  sangatlah mudah, namun bagi mereka yang tidak mengenal saya dan tidak berada didekat saya maka ini akan menjadi hal yang sangat sulit. Mungkin sebagian pembaca membayangkan bahwa wajah saya ganteng :D Aamiin, putih bersih. atau ada juga mungkin yang membayangkan wajah saya pas-pasan dengan kulit sawo matang. Begitu pula dengan apa yang ada di genggaman saya mungkin ada yang berfikir saya  sedang memegang handphone, atau ada yang menyangka saya tidak memegang apapun saat ini. Begitu banyak sangkaan yang muncul dalam pikiran kita disebabkan tidak terpenuhinya ketiga komponen tersebut. Inilah bukti sederhana bahwa akal kita lemah dan terbatas !.

Pernah kah kita berfikir mengapa kita mengetahui bahwa gambar yang dibawah ini adalah printer?


Yaa benar, karena sebelumnya kita sudah mendapatkan informasi bahwa benda tersebut dinamakan printer. Coba tanyakan pertanyaan tersebut pada balita ?? tentu mereka tidak tahu karena mereka belum memiliki informasi awal tentang benda tersebut.
Maka untuk dapat berfikir kita membutuhkan akal(otak), informasi, kemudian sesuatu tersebut dapat terjangkau oleh indra kita. Jika tidak bisa memenuhi satu saja komponen-komponen tersebut maka akan terjadi ketimpangan pemikiran!, sebagaimana sudah kita buktikan tadi.

lalu bagaimanakah sikap kita terhadap hal yang ghaib???  
Sebagai contoh : Bahwa Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam telah melihat Jibril a.s mempunyai enam ratus sayap. (HR Bukhori pada Kitab Permulaan Kejadian No.2993, Muslim pada Kitab Iman No. 253) 

jika kita memaksakan untuk memikirkan bagaimana bentuk sayap tersebut maka yang muncul adalah imajinasi kita sendiri sebagaimana fiksi dalam film dan cerita dongeng. Bertubuh manusia tampan dan bersayap. maka dalam menyikapi hal tersebut kita
Cukup mengimani apa yang telah dikabarkan Rasulullah SAW dan apa yang diterangkan dalam Al Qur’an adapun bagaimana bentuknya kita tidak layak memikirkannya karena kita tidak akan mampu memikirkannya.

Jangkauan pikiran manusia hanya berkenaan dengan hidup, alam semesta dan manusia itu sendiri. Manusia hanya dapat berfikir ketika hal yang dipikirkan dapat terindra. Maka hal-hal yang tidak dapat kita indra sebagaimana zat malaikat atau bahkan Allah SWT adalah bukan hal yang layak kita pikirkan, karena lemahnya akal kita. Disinilah iman yang berbicara.

akhirnya saya berpesan kepada teman-teman semua, bersikaplah bijak dalam berfikir, fikirkan sesuatu yang dapat kita fikirkan, yang dapat terjangkau oleh akal kita. Dan janganlah mencoba untuk memikirkan hal-hal yang tak terjangkau oleh akal kita, karena yang akan muncul hanyalah sebatas logika sesat yang dapat menghantarkan kita kepada dosa.

Sekian untuk kesempatan kali ini, in syaaAllah kedepan kita akan membuktikan keberadaan tuhan dengan science modern :D


wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarakaatuh

politik ala demokrasi :D




Bismillaah Ar Rahmaan Ar Rahiim
Assalaamu’alaikum Wr, Wb.
Alhamdulillah. Masih dipinjamkan nikmat oleh-Nya sehingga bisa berbagi di laman ini.
Politik ala Demokrasi, bagaimana sih?

         Tidak sedikit orang yang bilang kalau politik itu sesuatu yang “kotor”. Tapi wajar aja sih yang berkomentar demikian, karena kalau kita lihat kondisi politik sekarang, jauh banget dari gambaran politik Islam yang In syaaAllah mau kita bahas. 

         Dalam demokrasi seperti di negeri kita tercinta ini, tampaknya politik hanya dijadikan sebagai jalan untuk meraih kursi kekuasaan demi kepentingan individu, kelompok atau partainya, atau bisa juga kepentingan para pemilik modal yang membiayai politisi gadungan, bukan sama sekali untuk kepentingan ummat. Maka, jangan heran kalau kita melihat para politisi saling sikut, saling jegal, bahkan saling serang hanya untuk berebut empuknya kursi kekuasaan. Karena itu, dalam demokrasi tidak ada kawan yang abadi, atau musuh yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi. Hmm x_x

       Kok bisa gitu sih? Kenapa? Kondisi demikian terjadi karena sejatinya demokrasi berdiri dengan landasan kedaulatan di tangan manusia. Artinya, kewenangan dalam membuat aturan itu di tangan manusia. Bukan di tangan Allah, Dzat yang menciptakan manusia dan alam semesta. Dengan 4 kebebasan yang diusung yaitu, kebebasan berperilaku, beragama, berkepemilikkan, dan berpendapat, aturan Allah sama sekali engga dikasih tempat untuk mengatur kehidupan ini. Makanya, dalam demokrasi hukum dan aturan bisa diutak-atik sesuai kepentingan yang berkuasa, juga orang-orang yang berduit. Jadilah kedaulatan berada di tangan orang yang berduit, meskipun sering dikatakan berada di tangan rakyat.  Ujung-ujungnya justru melahirkan kezholiman dimana-mana. Hiksss T_T

         Contoh nih, ketika beberapa waktu lalu, masyarakat berdemo menolak kenaikan BBM karena akan berimbas kenaikan pada kebutuhan yang lain. Tapi para politisi penguasa yang katanya wakil rakyat tetap ‘keukeuh’ menaikkan harga BBM demi kepentingan segelintir orang bahkan asing. Kejam yaa…
Belum lagi kalau kita lihat, ingin jadi caleg, syaratnya harus punya modal minimal ratusan juta hingga milyaran rupiah. Apalagi buat jadi capres, bisa menembus angka triliyunan rupiah. Wow fantastis! Tapi ngomong-ngomong, uangnya darimana? Mungkinkah uang mereka pribadi? Sudah jadi rahasia umum kalau untuk mendapat modal kampanye itu mereka harus ‘kongkalikong’ dengan para pengusaha. Jadilah, ketika mereka  berkuasa, kebijakan yang dilahirkan pun selalu pro pengusaha.

        Nah, sudah jelas kan, bagaimana gambaran politik ala demokrasi? Sekarang, bagaimana dengan politik Islam? Politik Islam sangat jauh berbeda dengan demokrasi. Karena Islam justru menempatkan kedaulatan hanya di tangan Allah, bukan yang lain, sehingga hukum tidak bisa dimanipulasi, apalagi diperjual-belikan.

        So, saatnya kita para remaja muslim memainkan peran politik kita. Caranya, jadilah remaja yang haus akan ilmu. Berbekal ilmu islam, kita akan selalu punya pisau analisa terhadap permasalahan yang terjadi. Berusaha memecahkan semua masalah dari masalah pribadi, masyarakat, dan bangsa ini dengan aturan Sang Pencipta. Sampai akhirnya, dapat disimpulkan tidak ada lagi yang mampu menyelesaikan semua permasalahan kecuali dengan menerpakan hukum Allah secara menyeluruh.

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian semua ke dalam Islam secara keseluruhan…”(QS. Al Baqoroh:208)
Menurut tafsir ibnu Katsir, dalam ayat ini Allah Swt memerintahkan hambaNya yang beriman kepadaNya dan RasulNya agar mengambil seluruh pegangan Islam dan hukum-hukumNya, mengamalkan seluruh perintah-perintahNya, dan meninggalkan seluruh larangan-laranganNya seoptimal mungkin.
Wallahu a’alam bish shawaab.
Wassalaamu’alaikum Wr, Wb.

*sumber: Buletin Remaja Islam | Al Qur’an | tafsir Ibnu Katsir 2:208

Tuhan Pasti Ada :D(part I)



Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarakaatuh

                Periode dakwah Rasulullah SAW periode mekah dilakukan selama 13 tahun, dalam 13 tahun itu Rasulullah fokus pada pembangunan akidah islam, dalam jangka waktu yang lama tersebut itu menyiratkan kepada kita bahwa akidah adalah sesuatu yang sangat penting. Akidah sendiri adalah pemikiran menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan kehidupan serta apapun yang ada sebelumnya dan sesudahnya.diyakini dan diterima 100% dengan akal dan hati dan berdasarkan argument yang kuat

Saya teringat sekitar 2 tahun yang lalu, saat itu suasana dalam kelas hening. Setelah menjelaskan materi guru pun bertanya kepada kami…
Guru : siapakah di kelas ini yang belum percaya dengan keberadaan Allah?

(semua diam pertanda semua siswa percaya kepada keberadaan Allah SWT). Namun sudah 100% kah keyakinan mereka ini ?? I don’t think so :D
kemudian guru tersebut kembali bertanya, namun kali ini ia bertanya kepada seorang siswa, siswa ini tergolong bandel dikelas kami, sebut saja Jhon(nama disamarkan :D hehe).
Guru : jhon, kamu percaya kan kalo Allah itu ada??
Jhon : percaya pak, tapi pak saya bingung, kta kan diciptakan oleh Allah nah trus Allahnya munculnya dari mana?masa ujug-ujug ada?
guru : jhon-jhon katanya percaya koq tapi-tapian, hal seperti itu tak layak untuk difikirkan.

                Pernyataan guru tersebut benar karena akal manusia memang sangat terbatas, namun jhon pun tidak salah karena fitrah manusia itu selalu berfikir sebelum akalnya terpuaskan(dgn catatan otaknya dipake ya :D). Begitu pula saya, sering muncul pertanyaan pada diri saya sendiri yang sangat mengganggu, “kalo Allah itu yang menciptakan kita, lalu siapa ya yang menciptakan Allah??hmm”  berhari hari, berminggu minggu, berbulan bulan, bertahun tahun. Halah lebay.haha XD tapi itu yang benar terjadi pada diri saya, saya mencoba berhenti memikirkannya namun selalu muncul. Sampai saya sampai pada titik jenuh dan stress Cuma gara-gara mikirin ntu pertanyaan aja. Hehe
Setelah muter-muter mikir dan cari jawaban Alhamdulillah sekarang akal saya sudah terpuaskan. Yuk kita bahas :D

                Kawanku yang baik hatinya, setidaknya ada tiga kemungkinan yang menyatakan eksistensi keberadaan tuhan, “kita pura-puranya sedang mencari tuhan nih :D”
1.       Teori yang pertama adalah Tuhan itu diciptakan oleh sesuatu yang lain
2.       Tuhan itu menciptakan dirinya sendiri
3.       Tuhan itu wajib ada(klo kta ust felix, “god must exist”)

Mari kita bahas, teori yang pertama adalah bathil, jika kita berfikir maka hal tersebut tidak dapat diterima logika. Sederhana saja kawan, jika tuhan itu diciptakan maka ada suatu zat yang lebih hebat dari tuhan tersebut, harusnya kita menyembah zat yang menciptakan tuhan dong, karena dia lebih hebat. Loh tapi apa yang menciptakan zat tersebut?, jika kita teruskan maka pertanyaan ini tak akan berujung pada akhir. Artinya teori pertama gagal memuaskan akal kita

                Teori yang kedua menyatakan tuhan itu menciptakan dirinya sendiri kemudian baru menciptakan alam semesta, “hmm klo dipikir-pikir mah bisa nmanya juga tuhan, kan bisa apa aja” gundulmu, jika kita berfikiran seperti itu maka saya sarankan anda ke psikiater.hehe piss begini kawan, tuhan menciptakan dirinya sendiri, mungkinkah berawal dari ketiadaan kemudian menjadi ada tanpa ada yang mengawali?? Lantas kekuatan apa yang memunculkan tuhan tersebut?? “walah balik maning, puyeng aku”, coba kita fikirkan lagi dengan menciptakan dirinya sendiri, maka secara tidak langsung ia menempatkan dirinya sebagai makhluk yang diciptakan oleh dirinya sendiri, loh?? Jadi tuhan ato mahluk nih koq plin plan gitu. Maka teori yang kedua juga gugur.

                Teori yang ketiga tuhan itu wajib ada, keberadaannya adalah mutlaq ia tidak berawal dan tidak berakhir, karena ialah yang mengawali dan mengakhiri.  Nah ini baru puas saya. Maka jika ada yang bertanya “siapa yang menciptakan tuhan?” jawabannya adalah tuhan tidak diciptakan, tidak pula berawal dan tidak berakhir karena ialah yang maha mengawali dan mengakhiri. Inilah maksud dari wajibul wujud yang diajarkan oleh islam.

                Secara konseptual akal saja, kita dapat menemukan bukti bahwa tuhan itu pasti ada dan harus ada. Ini artinya secara pemikiran dan konseptual saja islam sudah jauh melanglang diatas agama lain karena islam adalah satu-satunya agama yang benar.  Eiits cerita pak guru dan jhon belum selesai, guru tersebut melanjutkan jawabannya dengan bercerita. Berikut ceritanya
Pada suatu hari di salah satu perkuliahan, seorang profesor berkata dengan lantang di depan para muridnya “tuhan itu tidak ada! Siapa dari kalian yang percaya tunjukan mana wujudnya!” dengan santai seorang mahasiswa bertanya  prof, apakah anda pernah melihat otak anda sendiri, tunjukan pada saya prof, seperti apa bentuk neuron otak anda, ada berapa sinaps yang ada dalam otak anda, wah jangan-jangan anda tidak punya otak?”  professor tersebut terdiam dan segera keluar dari ruangan tersebut.

                Cerita sederhana namun sarat makna, cerita tersebut mengajarkan kepada kita bahwa apa yang tidak bisa kita lihat bukan berarti tidak ada. Ia ada namun akal kita terlalu lemah dan terbatas sehingga tidak bisa mencerna.

Nah sekian dulu pada kesempatan kali ini, in syaaAllah di part 2 akan saya jelaskan mengenai hakikat dan sifat akal, apa sih yang menyebabkan akal kita terbatas? Kenapa sih akal tidak mampu memikirkan sesuatu yang belum pernah kita lihat? Nah itu beberapa rumusan masalah untuk materi selanjutnya. Rajin-rajin main ya :D salam dari kami Wallahua’lam bishowwab, aqulu qouli hadza astagfirullahaladzim.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
               
sumber : Syekh taqiyyudin an-nabhani : nidzomul islam
             Felix y siauw : beyond the inspiration
             pengalaman pribadi