Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakaatuh :D
Apa kabar
teman-teman?
Kali ini kita akan membahas
tentang kisah cinta dua pasang anak manusia yang tertera dalam judul artikel ini.
Kalian udah pada kenal belum sama nama-nama pasangan yang menjadi judul artikel
ini? Pasti pada tau kan? Yang belum tau, ikutin aja ceritanya… ^^
Yap langsung
saja, dimulai dari kisah cinta...
Ali & Fathimmah
Ada rahasia terdalam di hati Ali, yang tak dikisahkannya kepada
siapapun. Sungguh,teman semasa kecilnya, putrid kesayangan Rasulullah SAW membuatnya
terpesona, dialah Fathimmatuzzahra.
Ketika
ia melihat gadis itu pada suatu hari, saat Rasulullah SAW pulang dengan luka memercik
darah dan kepalanya berlumuran isi perut unta. Ia bersihkan dengan hati-hati,
ia seka dengan penuhc inta, ia obati luka ayahnya. Semua itu dilakukan dengan mata
gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn Abdullah, sang terpercaya, tak pantas diperlakukan
seperti itu! Maka Fathimmah pun bangkit, dengan gagah ia berjalan ke depan ka’bah.
Terlihat para pemuka Quraisy dengan bangga tertawa atas perbuatan
mereka pada sang Nabi SAW, namun tiba-tiba dicekam diam. Fathimmah menghardik mereka.
Membuat mulut-mulut mereka terbungkam, tanpa bisa menimpali balik perkataan Fathimmah.
Hal itulah yang membuat Ali terpesona. Ia tidak tahu apakah perasaan itu disebut
dengancinta, tapi ia sangat tersentak ketika datang masanya dua orang sahabat Rasulullah
SAW melamar Fathimmah, ketika ia belum siap untuk melamarnya.
Ali mencoba untuk bersabar dan berjuang untuk ikhlas atas apa
yang menimpa hatinya. Namun kesabarannya itu berbuah manis. Lamaran kedua sahabat
yang tak diragukan lagi keshalihannya itu tertolak. Akhirnya Ali pun
memberanikan diri untuk melamar Fathimmah walau hanya bermodal baju besi miliknya.
Dengan jawaban ‘ahlanwasahlan’ dari Rasulullah SAW yang sempat membuatnya bimbangakan
maksudnya, namun ia akhirnya menyadari bahwa jawaban itu merupakan penerimaan atas
lamarannya. Dengan keberaniannya untuk menikah meski dengan mahar yang sangat sederhana,
namun bagi Ali,perasaan yang telah lama hadir dalam hatinya harus segera dipertanggung
jawabkan. Baginya, sekarang bukan janji-janji dan nanti-nanti. Ali adalah
gentlemen sejati. Tak heran kalau pemuda Arab memiliki yel “laa Fatan illa Aliyyan”
Tak ada pemuda sejati kecuali Ali.
Inilah jalan
cinta para pejuang. Cinta sejati. Cinta yang berwujud pada pertanggung jawaban atas
perasaan cinta itu sendiri. Nah, sekarang kita bandingkan dengan kisah cinta
yang konon disebut cinta sejati sepanjang masa.
Kisah cinta Romeo and Julliet
Terkisah ketika itu Romeo sedang patah hati karena kekasihnya
menikah dengan pria lain. Untuk menghibur dirinya ia berjalan-jalan pada malam hari.
Terlihatlah keramaian dalam sebuah puri. Karena penasaran, Ia pun mendekat dan masuk
ke dalam puri tersebut. Ternyata Julliet sedang merayakan pesta ulang tahunnya.
Ia terpesona dengan kecantikkan Julliet sehingga ia dapat melupakan sakit hati atas
kekasih lamanya. Romeo telah jatuh cinta.
Keesokkan
harinya ia mencoba menemui Julliet dan mengungkapkan perasaan itu. Hari itu menjadi
hari terindah dalam hidupnya karena Julliet pun memiliki perasaan yang sama.
Mereka pun menjalin hubungan asmara secara diam-diam tanpa diketahui keluarganya,
karena keluarga Romeo dan keluarga Juliet saling bermusuhan.
Hingga tiba saatnya
Romeo dipenjara oleh keluarga Julliet sebab ia telah membunuh orang terpercaya
di kerajaan keluarga Julliet. Semasa Romeo dipenjara, Julliet dipaksa orang tuanya
untuk menikah dengan pria lain. Namun Julliet enggan menikah, ia pun mencoba mengabarkan
Romeo melalui gurunya. Tapi tak kunjung bisa dihubungi, akhirnya sang guru
memberikan ramuan yang efeknya membuat Julliet tertidur dalam beberapa hari untuk
menghindari agar Julliet tidak menikah dengan pria lain. Orang-orang menganggap
Julliet telah wafat dan datanglah Romeo melihat jasad Julliet yang sebenarnya sedang
tertidur, namun Romeo mengira bahwa Julliet telah wafat.
Maka ia membunuh dirinya sendiri dengan harapan bisa bersama Julliet
nantinya. Setelah Julliet terbangun dari tidur panjangnya, ia mendapati Romeo telah
wafat. Maka Julliet pun ikut menyusul bunuh diri dengan harapan bisa bersama
Romeo nantinya.(cieee salah sangka :P)
Teman-teman,
begitulah gambaran singkat kisah cinta dua sejoli (ceeilee sejoli :D) Setelah membaca
kedua ceritanya, terdapat perbedaan yang sangat jelas diantara dua kisah itu.
Bagi kita
yang muslim-muslimah, ketahuilah… sebaik-baik kisah cinta setelah Nabi dan Rasul adalah kisah cinta
Ali ibn Abi Thalib dengan Fathimmatuzzahra.
Cinta yang bergemuruh dihati
mereka simpan menjadi deposit keshalihan dan keteguhan iman. Perasaan cinta itu
dibiarkan mengalir tanpa bermuara, merindu tanpa bersua, dan berbicara dalam hampa.
Mereka hanya yakin satu hal: Allah SWT akan memilihkan yang terbaik baginya.
Cinta itu diubah oleh mereka
menjadi puasa, dzikir, jihad dan do’a. begitulah seterusnya tanpa syahwat mendurjana.
Hingga tiba masa halal nya, deposit itu tumpah ruah menjadi energi kebaikan yang bersemai dalam hidup mereka lalu
meniti jalan taqwa nabinya SAW : berumah tangga di jalan dakwah. Jadilah mereka
pasangan-pasangan surga, menikah untuk membangun istana cinta. Berawal dari taqwa,
dan berakhir kepada taqwa.
Subhanallah…
dari kisah Ali dan Fathimmah, si Romeo dan si Julliet hanya bisa gigit jari.
Kematian mereka hanya luapan emosi kekanak-kanakan semata. Tak ada yang bisa dibanggakan,
yang ada hanyalah linangan air mata di depan pusaranan nestapa.
Ya Allah,
ajari kami mencinta dalam balutan taqwa, aamiin :’) so guys, jadi kalo belum
siap jangan cinta-cintaan dulu ya, in syaaAllah semuanya akan
indah pada waktunya
Alhamdulillah.
Sekian semogabermanfaat~
Wallahua’alam
bish shawaab.
Wassalamu’alaikum
warohmatullahi wabarakaatuh, tunggu artikel selanjutnya yaa :D






