Keistimewaan
Bumi (Part I)
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi
Wabarakatuhu
Setelah mengurusi masalah perguruan
tinggi, kami hadir kembali untuk berbagi ilmu bersama sahabat-sahabat Ulul
Albaab :D. Oke langsung
saja check this out!
Berbicara mengenai Bumi kita, ternyata
Allah menempatkan kita di Planet yang istimewa looo.. ga percaya? Kita simak
yaaa beberapa keistimewaan planet Kita.
1.
Punya daratan
Ada beberapa planet besar dalam
tata surya kita, seperti planet Jupiter,
Saturnus dan Uranus, tetapi sayangnya
ketiga planet itu tidak memiliki daratan, semuanya gas (kecuali inti). Tentu
saja tidak mungkin dihuni oleh manusia karena tidak ada tempat berpijak.
Di dalam Al-Quran disebutkan
bahwa manusia ditempatkan oleh Allah SWT di daratan dan juga lautan. “Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di
daratan dan di lautan. (QS. Yunus: 22)”
2.
Suhu yang cocok
Bumi punya sistem pemanasan dan pendinginan otomatis
yang sangat canggih, sehingga tidak membeku atau memanas secara ekstrem, meski mengelilingi
matahari tanpa pernah berhenti.
Bandingkan dengan Pluto yang sudah “dipecat” dari
keluarga tata surya kita. Suhu Pluto terbilang yang sangat rendah, sekitar
minus 328 derajat Celsius. Dengan suhu “sesejuk” ini, dijamin tidak ada makhluk
hidup yang bisa tinggal di planet itu.
Atau sebaliknya, daratan di planet Mercurius. Planet
ini sangat dekat dengan matahari, sehingga suhunya sangat tinggi, bisa melelehkan
logam timbal. Tentu saja, tidak ada manusia atau hewan yang akan tahan tinggal
di planet ini.
3.
Bumi punya air dan sistem penjernihannya
Allah SWT menyebutkan bahwa Dia menciptakan
kehidupan dari air, sebagaimana firman-Nya berikut ini: “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu menjadi hidup. (QS.
Al-Anbiya': 30)”
Allah SWT tidak hanya menurunkan air untuk menutupi
2/3 permukaan Bumi, tetapi juga mempertahankan keseimbangan mekanisme yang ada
di dalamnya. Dalam hal penyediaan air bersih misalnya, Bumi diberi Allah SWT mekanisme
penyulingan air yang sangat mengagumkan. Tidak kurang dari 400 miliar ton air
disirkulasi setiap tahun.
Air dari seluruh daratan mengalir ke lautan. Berkumpullah
air kotor dari seluruh aktifitas makhluk hidup daratan. Di lautan itu terjadi berbagai
proses biokimiawi dari ekosistem laut untuk dibersihkan kembali.
Dalam waktu yang bersamaan air samudra itu diuapkan
oleh panas matahari menjadi awan yang kemudian digiring ke wilayah-wilayah yang
membutuhkan air bersih di seluruh permukaan Bumi, dan turun sebagai hujan. Maha
suci Allah. Sungguh besar energi yang terlibat dalam proses penyulingan dan pendistribusian
ratusan miliar ton air itu.
Dan air dalam jumlah yang cukup itu sampai hari ini
hanya ada di Bumi, di planet lain memang ada asumsi ditemukannya air, tetapi jumlah,
kandungan dan keadaannya masih menjadi perdebatan.
Menurut para ahli, air sebenarnya tidak terbentuk di
permukaan Bumi, melainkan datang dari luar angkasa dalam bentuk
bongkahan-bongkahan es membeku seperti komet yang menyerbu Bumi. Dan air
kiriman itu sengaja dipertahankan menetap di Bumi. Kalau kita hubungkan teori ini
dengan salah satu firman Allah SWT, mungkin ada benarnya. Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran,
lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa
menghilangkannya. (QS. Al-Mu'minuun: 18)
4.
Bumi punya atap pelindung
Angkasa luar itu ternyata ganas dan mematikan.
Setidaknya yang kita tahu ada dua ancaman, pertama tabrakan benda angkasa (meteorit)
dan kedua adalah ancaman dari sinar matahari.
Di langit ternyata banyak bertebaran benda angkasa,
mulai dari yang kecil sampai yang sebesar gunung, yang suatu saat apabila
melintasi planet dan tertarik oleh gravitasi planet tersebut. Maka dapat
dipastikan benda angkasa itu dapat menghantam planet tersebut. :’(
Sinar matahari, apalagi badai matahari, akan membuat
semua makhluk hidup mati seketika. Di mana kita berada, kalau dekat dengan matahari
selalu ada resiko kematian.
Maka diperlukan sebuah atap yang melindungi planet
kita, dan ternyata eh ternyata.. hehe :D Allah menjadikan Atmosfer kita ini sebagai
atap yang melindungi dari cahaya maut matahari. Maha benarlah Allah SWT ketika
berfirman: “Dan Kami menjadikan langit itu sebagai
atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda yang
terdapat padanya.” (QS. Al-Anbiya': 32)
Sebenarnya masih ada beberapa lagi, hanya saja kami menetapkan
batasan dalam merangkai
artikel, jadi kita tunggu part II muncul yaaa!! :) o
yaaa, jgn lupa share ke teman2 kalian yaaa..
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuhu






