(Loading...)

Siapa yang harus kita pilih?(Kriteria Pemimpin dalam Islam)



Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Menjelang pemilihan presiden (pilpres) 2014, kita para remaja muslim yang berperan sebagai partisipator pemula dalam hajatan pemilu tentunya harus mengetahui apa saja sih kriteria pemimpin berdasarkan ketentuan dari Allah Swt yang dibawa oleh Rasulullah Saw. jangan sampai kita asal-asalan pilih tanpa mempertimbangkan dampak apa yang akan hadir setelah salah satu calon terpilih menjadi pemimpin. Rasulullah Saw telah menjelaskan sifat-sifat apa saja yang harus ada pada diri pemimpin/penguasa. Diantaranya yang paling menonjol adalah sifat kuat, takwa, lembut terhadap rakyat dan tidak membuat rakyat menjauh, tanggung jawab terhadap rakyat, dan memerintah hanya dengan Islam. Yuk baca penjelasannya ^^

Seorang peguasa harus memiliki sifat kuat, bukan orang yang lemah. Abu Dzar Al-Ghifari menuturkan bahwa, ia pernah berkata kepada Rasulullah Saw “Ya Rasulullah, tidakkah engkau mengangkat aku menjadi amil?” Abu Dzar berkata: lalu Rasul menepuk pundakku seraya bersabda “Ya Abu Dzar sesungguhnya engkau itu lemah. Sesungguhnya jabatan itu adalah amanah dan pada hari kiamat nanti akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang-orang yang mengambil amanah itu dengan benar dan menunaikan kewajiban yang ada di dalamnya.” (HR. Muslim)

Teman-teman, perhatikan yah, kuat disini bukanlah kuat secara fisik yang diutamakan. Kuat disini bermakna kuat kepribadiannya, pola pikir dan pola sikapnya :D

Pola pikir seorang pemimpin harus islami, ia harus memahami berbagai permasalahan rakyat berdasarkan akidah dan syariah islam. Pola sikapnya juga harus islami, ia menjalankan kepemimpinan dan berperilaku sesuai dengan akidah dan syariah Islam. Nah, setelah terbentuk kepriadian yang demikian, harus diiringi juga dengan sifat takwa sebagai kontrol diri supaya enggak labil dan kebablasan. Pemimpin yang bertakwa juga harus tegas dalam menegakkan kebenaran, tegas terhadap setiap bentuk kemaksiatan dengan tetap bersikap adil menurut syariah terhadap pelakunya tanpa pandang bulu.

Meski pemimpin harus tegas, ia juga harus memiliki sifat lembut kepada rakyat dan tidak memberatkan rakyat. Karena Rasulullah pernah berdoa tentang hal ini “Ya Allah, siapa saja yang menangani urusan umatku, lalu ia menyusahkan mereka, maka susahkanlah ia. Siapa saja yang menangani urusan umatku, lalu ia berlaku lembut kepada mereka, maka berlaku lembutlah kepada dia” (HR. Muslim dan Ahmad)

Syariah juga memerintahkan bahwa pemimpin tidak boleh membuat rakyatnya lari dan tidak boleh mempersulit rakyat, karena Rasulullah bersabda “Gembirakanlah mereka, jangan membuat mereka lari, permudahlah urusan mereka, jangan mempersulit mereka” (HR. Muslim, Abu Dawud dan Ahmad)

Hmm kalau gitu, gimana yaaa kalau belum berkuasa aja para calon pemimpin udah banyak menakut-nakuti rakyat seperti berencana menaikkan harga BBM, menaikkan pajak dan menambah sejenisnya? Hiiii pikir sendiri deh. Ok lanjut…

Teman-teman harus tau  yah, Seorang pemimpin adalah penanggung jawab bagi seluruh urusan rakyat. Makanya supaya tanggung jawab itu engga berat karena ulah dan kejadian-kejadian yang dialami rakyatnya, pemimpin harus senantiasa melingkupi rakyatnya dengan nasihat, karena Rasulullah bersabda “Tidaklah seorang pemimpin mengurusi urusan kaum muslim, kemudian tidak bersungguh-sungguh untuk mengurusi mereka dan tidak menasihati ereka, kecuali dia tidak akan masuk surga bersama mereka.” (HR Muslim)

Menasihati rakyat itu diantaranya dengan menunjukkan kepada mereka kebaikan dan manfaat agama dan dunia, tolong-menolong dalam ketakwaan bukan dalam kemaksiatan, melakukan amar ma’ruf nahi munkar, tidak menzalimi rakyat, tidak memakan harta rakyat,  serta mendorong rakyat untuk menunaikan semua bentuk ketaatan kepada Allah Swt dan rasul-Nya. Pemimpin juga bertanggung jawab untuk menyediakan pelayanan kesehatan, pendidikan, dsb, rakyat seharusnya tidak dipaksa membayar mahal fasilitas-fasilitas seperti itu karena itu menjadi hak rakyat yang harus dipenuhi oleh negara.

Terus yang terakhir, pemimpin harus memerintah  hanya dengan Islam. Allah Swt telah mewajibkan pemimpin untuk memerintah rakyat hanya dengan syariah-Nya saja. Allah Swt mengharamkan pemimpin untuk menerapkan hukum-hukum yang bukan berasal dari Islam karena Allah mensifati orang yang tidak berhukum dengan syariah-Nya sebagai kafir, zalim, dan fasik. Hiii serem yaah. 

Ga percaya? Cek deh Al Qur’annya, kafir dalam QS. Al-Maidah: 44, Zalim dalam QS. Al-Maidah: 45, Fasik QS. Al-Maidah: 47. Islam melarang kaum muslim, termasuk pemimpin/penguasa mereka untuk berhukum selain dengan hukum Islam. Karena itu dengan tegas Allah Swt memerintahkan untuk menghukumi masyarakat dengan hukum Islam, Allah Swt berfirman “karena itu hukumilah mereka menurut apa yang telah Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepada kamu” (Terjemah QS. Al-Maidah: 48)

Nah, teman-teman sekarang sudah tau kan bagaimana kriteria pemimpin dalam islam… kita sebagai orang islam, harus memilih pemimpin yang memang sesuai dengan yang telah ditentukan Islam. Kalau kita hanya milih dengan asal-asalan sementara kita tahu bagaimana kriteria pemimpin dalam Islam, ketahuilah bahwa jarimu akan dipertanggungjawabkan atas pilihanmu. Jadi berhati-hatilah dalam memilih. Yang jelas, kalau  ada pemimpin yang seperti kriteria diatas atau  dalam kampanyenya ia menyuarakan menerapkan hukum Islam, ayooo kita dukung!!!! ^^9

Alhamdulillah cukup sekian, semoga bermanfaat.