Assalamua’alaikum warohmatullahi wabarakaatuh
Alhamdulillah segala
puji bagi Allah Tuhan semesta alam, yang selalu melimpahkan rahmat dan
karuniaNya kepada kita semua. Semoga kita semua selalu dalam lindunganNya.
(aamiin :) )
Tidak terasa KENAPA HARUS HIJAB sudah memasuki part IV nih, terima kasih kepada
para pembaca karena sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca artikel-artikel
kami, dan jangan bosan bosan untuk mengunjungi blog kami ya ^_^. Di artikel
terakhir ini saya ingin memberikan sesuatu yang beda dari artikel-artikel
sebelumnya, penasaran? Yuk cekidot...
Dulu waktu belum
memutuskan untuk pake jilbab, saya selalu pengen keliatan cantik. Rambutnya
ngga di tutup pake hijab. Kalau mau keluar sibuk dandan. Ya Alhamdulillahnya
waktu itu pakaian saya masih sopan, enggak pake baju dan celana yang kurang
bahan atau celana yang... kayanya pembaca tau nih kalimat ini “mba paha ayam
aja bayar, masa paha mba gratis”. Maaf ya kalo agak frontal hehehe piss ^^v. Dari
dulu ortu udah pesen kalo masuk SMA harus udah pake kerudung (bisa dibaca di artikel part 2 tentang
bedanya jilbab, hijab, dan kerudung/khimar).
Udah masuk SMA nih, saya putuskan pake
kerudung. Nah di SMA ini, ada guru agama yang bawel banget tentang pakaian.
Ceritanya waktu itu libur,gara-gara kelas 3 ujian sekolah. Saya ke sekolah mau
kerja kelompok, kesana saya pake celana jeans agak ketat. Di sekolah ketemu deh
sama guru itu, sambil nyindir “wah
celananya kaya lepet ya” hem... jleb
banget ngga sih? Huh sindirannya emang dahsyat (hahaha :D piss pak ^^v). Habis
disindir gitu saya cuma nyengir :D dalem hati bilang “kan pakenya sopan, celana
jeans aja diributin”. Kira –kira beberapa bulan dari kejadian itu, beliau
menyampaikan materi tentang pakaian. Muslimah itu ngga boleh membungkus aurat
tapi menutup aurat. Arti dari membungkus sendiri yaitu ketat. Ternyata muslimah
pakaiannya ngga boleh ketat loh, karena di akhir nanti akan muncul para
wanita yang berpakaian namun hakikatnya telanjang. Ada di dalam hadits Rasulullah
:
“Pada akhir ummatku nanti akan muncul para wanita yang berpakaian namun hakikatnya telanjang. Diatas kepala mereka terdapat sesuatu seperti punuk unta. Laknatlah mereka! Sesungguhnya mereka wanita-wanita terlaknat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium aromanya, padahal aroma syurga itu dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian (HR Thabrani, dalam al-Mu’jamus Shaghiir(hlm.232), dari hadits ibnu ‘Amr, dengan sanad shahih). Khusus dalam hadits ini semoga kita kaum muslimah tidak termasuk didalamnya, berjilbab tapi telanjang naudubillahimindzalik.
“Pada akhir ummatku nanti akan muncul para wanita yang berpakaian namun hakikatnya telanjang. Diatas kepala mereka terdapat sesuatu seperti punuk unta. Laknatlah mereka! Sesungguhnya mereka wanita-wanita terlaknat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium aromanya, padahal aroma syurga itu dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian (HR Thabrani, dalam al-Mu’jamus Shaghiir(hlm.232), dari hadits ibnu ‘Amr, dengan sanad shahih). Khusus dalam hadits ini semoga kita kaum muslimah tidak termasuk didalamnya, berjilbab tapi telanjang naudubillahimindzalik.
Hmm gitu.. ternyata
ada di dalam hadits. Setelah kejadian itu saya mikirin terus, ternyata selain
harus menutup aurat, kita harus memperhatikan kriteria sesuai syari’at. Ini dia
kriteria yang harus dipenuhi untuk muslimah. Syarat dan ketentuan berlaku,
tidak boleh di ralat apalagi dilanggar ^^
Setelah di renungkan,
di pertimbangkan, di perhatikan, dipikirin sampe pusing sendiri *hah lebay*,
sedikit-sedikit pakaian saya berubah, dan in shaaAlaah udah mantep buat pake
hijab. Beberapa tahun kemudian, tepatnya kelas 3 saya ikut mengkaji islam di
suatu organisasi. waktu itu mengkaji tentang jilbab, saya kira hijab, kerudung
dan jilbab itu sama. Ternyata beda, Seperti dalam firman Allah QS Al Ahzab 59 :
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin:’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. ‘yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin:’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. ‘yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Jilbab
itu sejenis baju kurung yang lebar,
longgar dan menutupi seluruh bagian tubuh. Lalu yang harus diperhatikan juga
adalah telapak kaki. Sering dianggap remeh tapi fatal juga, telapak kaki muslimah itu aurat jadi
harus ditutup, pakai kaos kaki lebih praktis. Sebenarnya pakaian muslimah itu
bisa di liat dari mukenah. Kriterianya
sesuai syari’at banget kan?
Akhirnya
saya memilih untuk berhijab dengan sempurna sesuai syari’at, ya walaupun akhlak
belum sesempurna hijabnya. Tapi jangan pernah menyerah untuk menjadi lebih
baik, karna akan ada banyak godaan untuk menjadi lebih baik. Hidup itu pilihan
gaes, masih enggak mau pake hijab? Ya itu pilihan ukhti masing2. Setiap pilihan
yang kita pilih,pasti ada konsekuensinya. Saat pilihannya ngga mau berhijab,
konsekuensinya dapet dosa. Dan dosa yang dilakukan, berdampak juga pada orang
tua ,apalagi pada ayah (bagi yang belum nikah). Tanggung jawab ayah sangat
besar, dia akan ditanya saat anak perempuannya ngga mau pake hijab. Apa ngga
kasian tuh sama ayah n ibu? Kita yang dosa tapi mereka juga yang kena
dampaknya. Padahal mereka udah berjuang demi kebahagiaan anak-anaknya, tapi apa balasannya? Mereka ikut menderita
gara-gara anaknya :’(. Tak ada balasan yang lebih indah untuk mereka,selain
menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Bisa membagiakan mereka baik di dunia
maupun di akhirat. Menaati perintah Allah, RasulNya, dan berbakti kepada mereka
adalah jalan untuk membawa mereka ke surga.aamiin, in shaaAllah J
Semoga kita bisa menjadi anak yang
sholeh/sholehah yang bisa membahagiakan mereka, berguna untuk agama, dan
menjadi pengemban dakwah yang kuat dan tangguh. Aamiin ^^
Oke
deh sekian dari saya,itulah sepenggal pengalaman saya yang dibagikan untuk para
pembaca. Semoga dapat dijadikan
inspirasi dan renungan. Mohon maaf jika ada kesalahan dari artikel ini, karena
kebenaran itu datangnya dari Allah.
Wassalamua’alaikum warohmatullahi wabarakaatuh.







