(Loading...)

Kenalan Dulu Yuk

assalamu’alaikum warohmatullahi wabarakaatuh.. perkenalkan kami ulul-albaab ^^ dibuatnya situs ini bertujuan untuk berbagi ilmu dan...

Kenapa Harus Berhijab ¿ (part 1)

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.. Salam hangat dari kami untuk para pembaca, semoga kesehatan dan keselamatan selal...

Ilmuwan Optik Muslim Terbaik Sepanjang Sejarah (part I)

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuhu, Ilmuwan terkenal di bidang Optik pertama adalah seorang Muslim, belum tah...

Remaja Juga Bisa Jadi Politisi

Remaja Juga Bisa Jadi Politisi Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalaamu’alaikum sobat J Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempat...

Kenapa Harus Berhijab ? (part II)

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarakaatuh Alhamdulillah nih, kami masih diberi kesempatan untuk be...

(Fathimmatuzzahra & Ali ibn Abi Tholib) VS (Romeo & Julliet)


Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh :D
Apa kabar teman-teman?

 Kali ini kita akan membahas tentang kisah cinta dua pasang anak manusia yang tertera dalam judul artikel ini. Kalian udah pada kenal belum sama nama-nama pasangan yang menjadi judul artikel ini? Pasti pada tau kan? Yang belum tau, ikutin aja ceritanya… ^^


 Yap langsung saja, dimulai dari kisah cinta...

Ali  & Fathimmah
Ada rahasia terdalam di hati Ali, yang tak dikisahkannya kepada siapapun. Sungguh,teman semasa kecilnya, putrid kesayangan Rasulullah SAW membuatnya terpesona, dialah Fathimmatuzzahra.
            Ketika ia melihat gadis itu pada suatu hari, saat Rasulullah SAW pulang dengan luka memercik darah dan kepalanya berlumuran isi perut unta. Ia bersihkan dengan hati-hati, ia seka dengan penuhc inta, ia obati luka ayahnya. Semua itu dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn Abdullah, sang terpercaya, tak pantas diperlakukan seperti itu! Maka Fathimmah pun bangkit, dengan gagah ia berjalan ke depan ka’bah.

Terlihat para pemuka Quraisy dengan bangga tertawa atas perbuatan mereka pada sang Nabi SAW, namun tiba-tiba dicekam diam. Fathimmah menghardik mereka. Membuat mulut-mulut mereka terbungkam, tanpa bisa menimpali balik perkataan Fathimmah. Hal itulah yang membuat Ali terpesona. Ia tidak tahu apakah perasaan itu disebut dengancinta, tapi ia sangat tersentak ketika datang masanya dua orang sahabat Rasulullah SAW melamar Fathimmah, ketika ia belum siap untuk melamarnya.

Ali mencoba untuk bersabar dan berjuang untuk ikhlas atas apa yang menimpa hatinya. Namun kesabarannya itu berbuah manis. Lamaran kedua sahabat yang tak diragukan lagi keshalihannya itu tertolak. Akhirnya Ali pun memberanikan diri untuk melamar Fathimmah walau hanya bermodal baju besi miliknya. Dengan jawaban ‘ahlanwasahlan’ dari Rasulullah SAW yang sempat membuatnya bimbangakan maksudnya, namun ia akhirnya menyadari bahwa jawaban itu merupakan penerimaan atas lamarannya. Dengan keberaniannya untuk menikah meski dengan mahar yang sangat sederhana, namun bagi Ali,perasaan yang telah lama hadir dalam hatinya harus segera dipertanggung jawabkan. Baginya, sekarang bukan janji-janji dan nanti-nanti. Ali adalah gentlemen sejati. Tak heran kalau pemuda Arab memiliki yel “laa Fatan illa Aliyyan” Tak ada pemuda sejati kecuali Ali.
Inilah jalan cinta para pejuang. Cinta sejati. Cinta yang berwujud pada pertanggung jawaban atas perasaan cinta itu sendiri. Nah, sekarang kita bandingkan dengan kisah cinta yang konon disebut cinta sejati sepanjang masa.

Kisah cinta Romeo and Julliet

Terkisah ketika itu Romeo sedang patah hati karena kekasihnya menikah dengan pria lain. Untuk menghibur dirinya ia berjalan-jalan pada malam hari. Terlihatlah keramaian dalam sebuah puri. Karena penasaran, Ia pun mendekat dan masuk ke dalam puri tersebut. Ternyata Julliet sedang merayakan pesta ulang tahunnya. Ia terpesona dengan kecantikkan Julliet sehingga ia dapat melupakan sakit hati atas kekasih lamanya. Romeo telah jatuh cinta.

            Keesokkan harinya ia mencoba menemui Julliet dan mengungkapkan perasaan itu. Hari itu menjadi hari terindah dalam hidupnya karena Julliet pun memiliki perasaan yang sama. Mereka pun menjalin hubungan asmara secara diam-diam tanpa diketahui keluarganya, karena keluarga Romeo dan keluarga Juliet saling bermusuhan.

 Hingga tiba saatnya Romeo dipenjara oleh keluarga Julliet sebab ia telah membunuh orang terpercaya di kerajaan keluarga Julliet. Semasa Romeo dipenjara, Julliet dipaksa orang tuanya untuk menikah dengan pria lain. Namun Julliet enggan menikah, ia pun mencoba mengabarkan Romeo melalui gurunya. Tapi tak kunjung bisa dihubungi, akhirnya sang guru memberikan ramuan yang efeknya membuat Julliet tertidur dalam beberapa hari untuk menghindari agar Julliet tidak menikah dengan pria lain. Orang-orang menganggap Julliet telah wafat dan datanglah Romeo melihat jasad Julliet yang sebenarnya sedang tertidur, namun Romeo mengira bahwa Julliet telah wafat. 

Maka ia membunuh dirinya sendiri dengan harapan bisa bersama Julliet nantinya. Setelah Julliet terbangun dari tidur panjangnya, ia mendapati Romeo telah wafat. Maka Julliet pun ikut menyusul bunuh diri dengan harapan bisa bersama Romeo nantinya.(cieee salah sangka :P)

Teman-teman, begitulah gambaran singkat kisah cinta dua sejoli (ceeilee sejoli :D) Setelah membaca kedua ceritanya, terdapat perbedaan yang sangat jelas diantara dua kisah itu.
Bagi kita yang muslim-muslimah, ketahuilah… sebaik-baik kisah cinta setelah Nabi dan Rasul adalah kisah cinta Ali ibn Abi Thalib dengan Fathimmatuzzahra

Cinta yang bergemuruh dihati mereka simpan menjadi deposit keshalihan dan keteguhan iman. Perasaan cinta itu dibiarkan mengalir tanpa bermuara, merindu tanpa bersua, dan berbicara dalam hampa. Mereka hanya yakin satu hal: Allah SWT akan memilihkan yang terbaik baginya.

Cinta itu diubah oleh mereka menjadi puasa, dzikir, jihad dan do’a. begitulah seterusnya tanpa syahwat mendurjana.
Hingga tiba masa halal nya, deposit itu tumpah ruah menjadi energi kebaikan yang bersemai dalam hidup mereka lalu meniti jalan taqwa nabinya SAW : berumah tangga di jalan dakwah. Jadilah mereka pasangan-pasangan surga, menikah untuk membangun istana cinta. Berawal dari taqwa, dan berakhir kepada taqwa.

Subhanallah… dari kisah Ali dan Fathimmah, si Romeo dan si Julliet hanya bisa gigit jari. Kematian mereka hanya luapan emosi kekanak-kanakan semata. Tak ada yang bisa dibanggakan, yang ada hanyalah linangan air mata di depan pusaranan nestapa.

Ya Allah, ajari kami mencinta dalam balutan taqwa, aamiin :’) so guys, jadi kalo belum siap jangan cinta-cintaan dulu ya, in syaaAllah semuanya akan indah pada waktunya

Alhamdulillah. Sekian semogabermanfaat~
Wallahua’alam bish shawaab.
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarakaatuh, tunggu artikel selanjutnya yaa :D

KANAPA HARUS BERHIJAB (part III)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Segala puji bagi Allah,Tuhan semesta alam. Yang masih memberikan kesempatan pada kami untuk berbagi sedikit ilmu kepada para pembaca :)
Sebelumnya, saya pribadi berterima kasih kepada teman teman semuanya karna sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca artikel kami. Semoga Allah selalu memlimpahkan karuniaNya pada kita semua, aamiin ^^

Di bulan ramadhan yang penuh berkah, ibadah wajib pahalanya dilipatgandakan dan ibadah sunah pahalanya seperti ibadah wajib. Ngga heran dong, kalo bulan ramadhan banyak orang yang berlomba lomba dalam kebaikan. Tapi sadar ngga sih gaes, kadang kita lebih mementingkan yang sunah dan melalaikan yang wajib

 Contohnya banyak, seperti: makan sahur, tp karna kekenyangan terus tidur, akhirnya ngga sholat subuh deh. Sebenarnya ada yang lebih fatal, ini khusus untuk ukhti ukhti semua yang belum menutup aurat.

Ya ukh, udah tau kan menutup aurat itu wajib? Kenapa masih belum mau sih -_- . Apa alasannya? Padahal hukumnya wajib, dan konsekuensi meninggalkan yang wajib adalah dosa. Memang di bulan ramadhan perbanyaklah mengerjakan yang sunah tapi jangan sampai yang wajib di tinggalkan. Kita banyak membaca al qur'an, sholat tarawih, sahur, dll tapi ngga mau berhijab. Kita itu ibaratnya berlomba lomba mencari tulang, bukan mencari dagingnya.
Atau karena alasan kaya gambar ini, ukhti ngga mau menutup aurat?


Biar saya klarifikasi, menutup aurat itu perintah Allah hukumnya wajib.


31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.(QS An-Nuur/24:31)
 
apapun itu alasannya kita harus menaatinya kan kita sudah memilih Islam sebagai jalan hidup kita(baca : seperti apa sih syahadat yang benar?) . Akhlak adalah sikap/perbuatan kita yang lahir dari proses. Jika memang iya ada ukhti yang seperti itu, jangan  kalian permasalahkan jilbabnya.

Sekian dari kami,mohon maaf jika ada kesalahan. Karena kebenaran itu hanya milik Allah :)
Semoga bermanfaat ^^ tunggu pembahasan selanjutnya yaa…
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Sumber:
affajri.wordpress.com/tag/jilbab/

Ketika Lantunan Alquran dan Dentuman Bom Saling Bersahutan(kisah dari suriah)

GaulPeduliSyam -
Tak ada hari yang begitu cerah di Kota Aleppo, kecuali hari Jumat (27/12/2013) ketika langit biru menghampar luas sejauh mata beredar. Masih dalam musim dingin yang mencubit kulit, jalanan Aleppo begitu lengang, melompong. “Hari ini adalah hari libur,” kata Abu Ridho, seorang relawan asal Suriah yang mengantarkan kami. Jumat, adalah hari libur di Kota Aleppo, dan Jumat ini begitu istimewa, karena langit begitu cerah.
“Jangan keluar dulu, langit sangat cerah,” katanya sembari membuka sedikit gorden di luar. “..Bum..Bum..” gelegar bom-bom itu masih menggelegar, sejak kaki ini menjejak di Bumi Syam kali pertama di sebuah sekolah di Kota Aleppo kemarin, kami sudah disambut oleh Bom yang dikirim oleh Tentara Asad.

           Aleppo, ialah sebuah kota indah nan jauh di sana, di masa silam, ketika Mesjid Umawi itu pun berdiri tegap di sana. Aleppo, ialah sebuah kota impian, ketika taman-taman dan air-air mancur itu bertebaran di sudut-sudut kota. Aleppo, kota pemerintahan Umayyah masa silam, yang menyimpan berjuta kenangan. Aleppo, ialah sebuah kota impian di masa silam, kota besar setelah Damaskus di Bumi Para Nabi, Syam. Tapi kini, cahaya malam, keindahan kota tak ada lagi di sana. Gelap pekat menemani perjalanan mata, ketika sniper-sniper rezim Assad itu siap menarik pelatuk dari kejauhan, di atas lampu kuning di sudut sebuah menara. Kota yang bercahaya itu, kian gelap gulita. Tak ada lagi gemerlap kota, pun hanya untuk secuil sinyal, tidak kami dapati.

           Taman-taman itu, kini berserak bercampur puing-puing ledakan yang bertebaran. Aleppo, ialah puing bangunan berserakan, saksi kebengisan sebuah rezim. Aleppo ialah tumpukan sampah-sampah disepanjang jalan, sangat berbeda ketika membayangkan Aleppo di masa silam, ketika Umar Ibn Al Khattab menaunginya dalam damai. Aleppo, ialah sebuah kota, dengan penuh harapan, akan sebuah perdamaian, ketika adzan Jumat berkumandang menggantung di langit biru Aleppo.
Jumat biru itu, kumandang Adzan syahdu membelah langit Aleppo, bersahutan dengan bom-bom yang menggelegar.
           Sesaat sebelum adzan, kami baru bisa keluar menuju Mesjid. Dalam cerah, pesawat-pesawat itu begitu tinggi, memuntahkan bom kapan saja, di mana saja. “Bum..Bum..” ledakan besar, mengawali sang Imam muda itu berkhutbah, tentang harapan perdamaian, kemenangan atas masyarakat. Doa itu begitu syahdu, terlafal dari sang Imam mengawali khutbah.

“Jika kamu menolong Allah, maka Allah akan menolongmu,” kata sang khatib di atas mimbar, yang berada ditempat khusus imam pada lantai dua. Hujan bom masih bersahutan di luar sana. Sang Khatib, dengan tenang melanjutkan pesan-pesannya. Semua serius menyimak. Hujan bom, mungkin sudah menjadi kebiasaan. Shalat Jum’at berjalan dengan khidmat.

Ketika Khatib mengangkat telunjuknya, berdoa begitu fasih. Ketika makmum pun mengangkat jari telunjuknya, tak berteriak kencang Amin, namun begitu meyakini doa-doa sang Imam.
“…Bumm!..”
suara gelegar yang kerap terdengar, tak mampu membuyarkan kekhusyuan Jama’ah shalat. Bahwa bisa saja bom tiba-tiba menghujam di dalam Mesjid, seperti laiknya beberapa saat silam, di Hadapan Makam Nabi Zakariya itu, di Mesjid Umawi, ratusan orang menjadi korban serangan udara Rezim Bashar.
Ketika kaki bocah-bocah itu menahan dingin, tak ada sepatu baru untuk pergi ke sekolah. Ketika guru-guru mereka tak lagi masuk, karena telah tiada. Ketika salju-salju itu bertumpuk di atas tenda, membuat gigi bergetar hebat, menahan dingin. “Apakah kamu mengira bahwa kamu kan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang sebelum kamu.”

Lembutnya Imam membaca surat Al Baqarah. Isak tangis sedikit terdengar. Bulir-bulir bening ini berkumpul di sudut mata. “Kapankah datang pertolongan Allah?” dengan merdu sang Imam melanjutkan, “Ingatlah Pertologan Allah itu dekat”

         Sebuah janji yang meneguhkan, bahwa masa kemenangan itu semakin dekat. Sungguh beruntung ketika ujian itu datang, dan keluar perkataan “Kapankah datang pertolongan Allah..” Ketika bulir-bulir bening itu menetes membasahi sajadah di sudut Aleppo.

         Dalam haru, jamaah larut semakin dalam dalam syahdu bacaan imam melanjutkan bacaanya. “Harta apa saja yang kamu infakkan hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang dalam perjalanan..” (Al Baqarah 215)
“..Bum…Bum..” dalam syahdu, kalam ilahi itu bersahutan dengan gelegar bom di langit Aleppo. Bahwa syukur terlafal, atas kenikmatan yang diberikan atas kondisi hidup di bumi Nusantara. Dalam syahdu, imam melanjutkan kalam sucinya, menutup shalat Jumat dalam langit biru Aleppo.
“..Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagmu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu , padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui..” ( Al Baqarah 216)

         Kalam ilahi itu terus terngiang-ngiang, dalam syahdunya bacaan imam. Suara Al Quran dan ledakan itu bersahutan di langit Biru Aleppo. Aleppo, kini ada dalam rindu berabad silam, ketika kalam-kalam suci itu menggema, terlafal. Berabad silam, ketika para nabi menjejakkan kakinya di sana. Suatu saat, masa itu akan kembali. (ran/rizki, alhikmah.co)

sumber : http://www.gaulpedulisyam.com/suriah-ketika-lantunan-alquran-dan-dentuman-bom-saling-bersahutan.html/

Siapa yang harus kita pilih?(Kriteria Pemimpin dalam Islam)



Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Menjelang pemilihan presiden (pilpres) 2014, kita para remaja muslim yang berperan sebagai partisipator pemula dalam hajatan pemilu tentunya harus mengetahui apa saja sih kriteria pemimpin berdasarkan ketentuan dari Allah Swt yang dibawa oleh Rasulullah Saw. jangan sampai kita asal-asalan pilih tanpa mempertimbangkan dampak apa yang akan hadir setelah salah satu calon terpilih menjadi pemimpin. Rasulullah Saw telah menjelaskan sifat-sifat apa saja yang harus ada pada diri pemimpin/penguasa. Diantaranya yang paling menonjol adalah sifat kuat, takwa, lembut terhadap rakyat dan tidak membuat rakyat menjauh, tanggung jawab terhadap rakyat, dan memerintah hanya dengan Islam. Yuk baca penjelasannya ^^

Seorang peguasa harus memiliki sifat kuat, bukan orang yang lemah. Abu Dzar Al-Ghifari menuturkan bahwa, ia pernah berkata kepada Rasulullah Saw “Ya Rasulullah, tidakkah engkau mengangkat aku menjadi amil?” Abu Dzar berkata: lalu Rasul menepuk pundakku seraya bersabda “Ya Abu Dzar sesungguhnya engkau itu lemah. Sesungguhnya jabatan itu adalah amanah dan pada hari kiamat nanti akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang-orang yang mengambil amanah itu dengan benar dan menunaikan kewajiban yang ada di dalamnya.” (HR. Muslim)

Teman-teman, perhatikan yah, kuat disini bukanlah kuat secara fisik yang diutamakan. Kuat disini bermakna kuat kepribadiannya, pola pikir dan pola sikapnya :D

Pola pikir seorang pemimpin harus islami, ia harus memahami berbagai permasalahan rakyat berdasarkan akidah dan syariah islam. Pola sikapnya juga harus islami, ia menjalankan kepemimpinan dan berperilaku sesuai dengan akidah dan syariah Islam. Nah, setelah terbentuk kepriadian yang demikian, harus diiringi juga dengan sifat takwa sebagai kontrol diri supaya enggak labil dan kebablasan. Pemimpin yang bertakwa juga harus tegas dalam menegakkan kebenaran, tegas terhadap setiap bentuk kemaksiatan dengan tetap bersikap adil menurut syariah terhadap pelakunya tanpa pandang bulu.

Meski pemimpin harus tegas, ia juga harus memiliki sifat lembut kepada rakyat dan tidak memberatkan rakyat. Karena Rasulullah pernah berdoa tentang hal ini “Ya Allah, siapa saja yang menangani urusan umatku, lalu ia menyusahkan mereka, maka susahkanlah ia. Siapa saja yang menangani urusan umatku, lalu ia berlaku lembut kepada mereka, maka berlaku lembutlah kepada dia” (HR. Muslim dan Ahmad)

Syariah juga memerintahkan bahwa pemimpin tidak boleh membuat rakyatnya lari dan tidak boleh mempersulit rakyat, karena Rasulullah bersabda “Gembirakanlah mereka, jangan membuat mereka lari, permudahlah urusan mereka, jangan mempersulit mereka” (HR. Muslim, Abu Dawud dan Ahmad)

Hmm kalau gitu, gimana yaaa kalau belum berkuasa aja para calon pemimpin udah banyak menakut-nakuti rakyat seperti berencana menaikkan harga BBM, menaikkan pajak dan menambah sejenisnya? Hiiii pikir sendiri deh. Ok lanjut…

Teman-teman harus tau  yah, Seorang pemimpin adalah penanggung jawab bagi seluruh urusan rakyat. Makanya supaya tanggung jawab itu engga berat karena ulah dan kejadian-kejadian yang dialami rakyatnya, pemimpin harus senantiasa melingkupi rakyatnya dengan nasihat, karena Rasulullah bersabda “Tidaklah seorang pemimpin mengurusi urusan kaum muslim, kemudian tidak bersungguh-sungguh untuk mengurusi mereka dan tidak menasihati ereka, kecuali dia tidak akan masuk surga bersama mereka.” (HR Muslim)

Menasihati rakyat itu diantaranya dengan menunjukkan kepada mereka kebaikan dan manfaat agama dan dunia, tolong-menolong dalam ketakwaan bukan dalam kemaksiatan, melakukan amar ma’ruf nahi munkar, tidak menzalimi rakyat, tidak memakan harta rakyat,  serta mendorong rakyat untuk menunaikan semua bentuk ketaatan kepada Allah Swt dan rasul-Nya. Pemimpin juga bertanggung jawab untuk menyediakan pelayanan kesehatan, pendidikan, dsb, rakyat seharusnya tidak dipaksa membayar mahal fasilitas-fasilitas seperti itu karena itu menjadi hak rakyat yang harus dipenuhi oleh negara.

Terus yang terakhir, pemimpin harus memerintah  hanya dengan Islam. Allah Swt telah mewajibkan pemimpin untuk memerintah rakyat hanya dengan syariah-Nya saja. Allah Swt mengharamkan pemimpin untuk menerapkan hukum-hukum yang bukan berasal dari Islam karena Allah mensifati orang yang tidak berhukum dengan syariah-Nya sebagai kafir, zalim, dan fasik. Hiii serem yaah. 

Ga percaya? Cek deh Al Qur’annya, kafir dalam QS. Al-Maidah: 44, Zalim dalam QS. Al-Maidah: 45, Fasik QS. Al-Maidah: 47. Islam melarang kaum muslim, termasuk pemimpin/penguasa mereka untuk berhukum selain dengan hukum Islam. Karena itu dengan tegas Allah Swt memerintahkan untuk menghukumi masyarakat dengan hukum Islam, Allah Swt berfirman “karena itu hukumilah mereka menurut apa yang telah Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepada kamu” (Terjemah QS. Al-Maidah: 48)

Nah, teman-teman sekarang sudah tau kan bagaimana kriteria pemimpin dalam islam… kita sebagai orang islam, harus memilih pemimpin yang memang sesuai dengan yang telah ditentukan Islam. Kalau kita hanya milih dengan asal-asalan sementara kita tahu bagaimana kriteria pemimpin dalam Islam, ketahuilah bahwa jarimu akan dipertanggungjawabkan atas pilihanmu. Jadi berhati-hatilah dalam memilih. Yang jelas, kalau  ada pemimpin yang seperti kriteria diatas atau  dalam kampanyenya ia menyuarakan menerapkan hukum Islam, ayooo kita dukung!!!! ^^9

Alhamdulillah cukup sekian, semoga bermanfaat.

Tuhan pasti ada(part III) Pengetahuan Menemukan Sang Pencipta



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh :).

huuft, setelah lama dengan kesibukan sekolah membuat penulis tak sempat meneruskan, Alhamdulillah di Ramadhan ini Allah SWT memberikan kesempatan untuk kembali melanjutkan pembahasan kita :D yuk cekidot !

Jika pembahasan sebelumnya adalah mengenal tuhan melalui  akal, maka kali ini kita akan membuktikan keberadaan tuhan melalui ilmu pengetahuan.

Seiring kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, muncul  pertanyaan-pertanyaan besar seperti bagaimanakah jagat raya terbentuk??. Secara garis besar ilmuwan mengajukan 2 gagasan besar yaitu Accidentaly teory dan Big Bang

Mari kita kaji satu per satu.
1.                            Accidentaly teory atau teori kebetulan yang diajukan oleh Immanuel kant menyatakan bahwa jagat raya muncul dengan sendirinya dari ketiadaan secara tidak sengaja, dan bukan merupakan produk rancangan”, teori tersebut sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh salah seorang materialis bernama Fred hoyle  dengan Steady State Teory(teori keadaan tetap)

Teori yang pertama mengingkari adanya penciptaan, bersamaan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, penemuan-penemuan baru malah semakin meruntuhkan teori tersebut.
2.        
            Big Bang teory, didasarkan pada pengamatan Edwin Huble seorang Astronom Amerika melalui teleskop raksasanya. Ia melakukang pengamatan terhadap pergerakan bintang-bintang, ia menyadari bahwa bintang-bintang tersebut bergerak semakin menjauh dari bumi, bahkan tiap-tiap galaksi saling menjauh satu sama lain. Misalkan kita menggambar titik-titik pada permukaan balon, kemudian kita meniupnya, maka titik-titik tersebut akan saling menjauh. Dari pengamatan ini didapat kesimpulan bahwa jagat raya mengembang. Jika kita berfikir terbalik maka pengembangan tersebut akan mengerucut pada 1 titik.
Titik tersebut yang ilmuan sebut dengan Particle Of God(partikel tuhan), ilmu pengetahuan tidak dapat menjelaskan hal tersebut. Bayangkan keajaiban partikel tuhan ini !


 
                                                                                 
                                                                                                                           
               Para ilmuan materialis pendukung evolusi, menjatuhkan teori ini dengan membabi buta, menentang dengan dalih yang kadang tidak diterima akal, mereka berusaha membuktikan bahwa teori big bang adalah produk gagal. Namun seiring berkembangnya pengetahuan, pencarian mereka malah menghancurkan teori mereka sendiri dan semakin menguatkan Big Bang.

Pada tahun 1948 George Keenov menyatakan : “Jika jagat raya ini terbentuk dari sebuah ledakan besar, maka seharusnya ada sisa-sisa radiasi yang tersebar di seluruh jagat raya ini.”

­
bukti tentang pernyataannya tersebut datang tak terlalu lama, tahun 1965 Robet Wilson dan Arnold Penzias berhasil membuktikan adanya radiasi yang tersebar tersebut melalui serangkaian penelitian. Dan karenanya mereka mendapatkan Nobel.

1989 NASA mengirim satelit untuk kembali membuktikan keberadaan radiasi warisan ledakan besar, dan hanya 8 menit setelah satelit mencapai orbit, hal tersebut dapat dibuktikan !
Bukti-bukti ini semakin menghancurkan steady state teory dan para pendukungnya yang notabene pengingkar penciptaan, Big Bang membuat mereka terbuang dalam keranjang sampah sejarah ! 
Padahal 1400 tahun lalu Al Qur’an telah menyatakan tentang kebenaran ini


30. dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman? ( Al- ‘Anbiyya/21 : 30)

          Subhanallah, keren abiis kan al qur’annya kita :D bangga dong sebagai muslim, ALLAHU AKBAR !

Next question, mungkinkah jagat raya terbentuk dengan sendirinya tanpa disengaja???
Karena dunia kita berawal dari titik bervolume nol, bermassa tak terhingga, maka titik tersebut mempunyai gaya tarik yang sangaaaaaaaat kuat ! maka jika ledakan tersebut tanpa perhitungan maka mustahil dunia ini akan terbentuk. 

Kita simak penjelasan Stephen Hawking, fisikawan genius abad ini “Jika laju pengembangan sedetik setelah ledakan besar lebih lambat, bahkan hanya 1 banding 100.000 trilyun, alam semesta akan kembali menciut sebelum sempat mencapai ukuran yang sekarang”

         Oke saya jelaskan, dengan kata lain jika kecepatan ledakan tersebut lebih lambat 1 per 100.000 trilyun detik saja, maka pecahan calon jagat raya akan kembali menciut dan saling bertabrakan, karena kuatnya gaya tarik titik tersebut, namun jika terlalu cepat 1 per 100.000 trilyun detik saja, maka galaksi-galaksi, bintang-bintang, termasuk didalamnya Bumi dkk, akan tersebar acak tak beraturan. Wew ! subhanallah :D

          Coba deh mikir, dari milyaran galaksi dan trilyunan bintang yang ada dalam semesta ini, adakah yang saling bertabrakan satu sama lain hingga saat ini ! kayanya kalo iya, kita ga akan lahir di dunia ini.hehe
semuanya dalam keteraturan guys, imagine that :D
Sederhanannya bayangin kalian maenan petasan, setelah meledak pasti potongan-potongan kertas tersebut bececeran ga beraturan kan !

         Lalu mungkinkah jika jagat raya ini terbentuk dengan sendirinya dengan tidak disengaja tanpa adanya perhitungan dan perencanaan? Jika memang tanpa perencanaan dan perhitungan mengapa jagat raya ini begitu teratur, muncul bimasakti, milki way, bumi dkk didalamya dengan semua keajaibannya.
Jika tanpa perancangan mengapa laju pengembangan begitu tepat, kedudukan bumi terhadap matahari, viskositas(baca kekentalan) air, jarak bumi dengan bulan, perbandingan gas, panjang gelombang matahari begitu cocok bagi kehidupan kita, mungkinkah tanpa perancangan? Mikir woy ! hehe

Nah, itulah kawan jika kita menggunakan segenap pikiran kita untuk mengkaji alam ini, kita akan menemukan tuhan kita Allah SWT yang maha hebat :D

Jgn coba-coba jadi atheis ya, mereka org gapunya otak :D.
Akhirnya semoga artikel sederhana ini bisa menambah keyakinan dan keimanan kita kepada Allah, Aamiin :D

Jangan bosen berkunjung yaaa!! 
Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarakaatuh

sumber : - buku karya-karya Harun Yahya
              - beyond the inspiration karya Felix Y Siauw